Obat Ghibah

Kitab Al-Akhlaq karya Syaikh Muhammad Asy-Syafi’i Adh-Dhawahiri rahimahullah.

Sebagai sebuah perilaku tercela yang melanggar norma agama dan etika sosial, perilaku ghibah dipicu oleh berbagai faktor eksternal maupun internal, di antaranya: dendam dan kebencian terhadap orang yang dipergunjingkan, kedengkian terhadap perlakuan baik orang lain kepadanya, persaingan status serta pengaruh sosial, dan kesombongan, dll.

Lalu, apa upaya pencegahan yang dapat dilakukan agar seseorang tidak jatuh ke dalam dosa ghibah?

Lanjutkan membaca “Obat Ghibah”

Tanda Diterima dan Tidaknya Ibadah Haji Seseorang

Imam ‘Ali Al-Khawwash berkata, bahwa di antara tanda diterimanya ibadah haji seseorang adalah sekembalinya dia, dia berakhlak dengan akhlak Nabi ﷺ, dia tidak mendekati (apalagi melakukan) perbuatan dosa, dia tidak melihat derajat dirinya di atas seorangpun dari hamba Allah Ta’ala, dan dia tidak berebut untuk mendapatkan sesuatupun dari perkara-perkara dunia hingga dia tutup usia.

Lanjutkan membaca “Tanda Diterima dan Tidaknya Ibadah Haji Seseorang”

Nasihat Sang Wanita Penggugat dan Keteladanan Sayyidina ‘Umar bin Al-Khaththab

Suatu ketika, Khaulah binti Hakim (qila: binti Tsa’labah) –beliau adalah wanita yang mengajukan gugatan berkenaan dengan persoalan dhihar yang dilakukan suaminya dan langsung direspon dengan turunnya Al-Qur’an surat Al-Mujadilah ayat 1 s.d. 4– berjumpa dengan Sayyidina ‘Umar bin Al-Khaththab radliyallahu ‘anhu di era kekhalifahan beliau.

Dalam perjumpaan itu, Khaulah meminta Sayyidina ‘Umar untuk berhenti dalam waktu yang lama, dan menasihati beliau. Khaulah berkata,

Lanjutkan membaca “Nasihat Sang Wanita Penggugat dan Keteladanan Sayyidina ‘Umar bin Al-Khaththab”