Membaca Buku: Mengarungi Samudra Ilmu Tak Bertepi

Seseorang akan tetap berilmu selama dia terus belajar. Jika dia mulai merasa berilmu dan berkata, “Aku sudah tau”, maka sesungguhnya dia telah menjadi bodoh.

Perhatikanlah Nabi Musa عليه السلام ketika beliau tau bahwa ada seorang hamba Allah ﷻ yang lebih ‘alim dari beliau. Beliau berkelana ke berbagai negeri semata-mata untuk belajar darinya. Padahal, Nabi Musa عليه السلام adalah seorang kalimullah!

Ilmu adalah samudra tak bertepi. Hanya mereka yang belum berlayar yang mengira bahwa samudra hanyalah sepetak air!

Setiap buku yang kamu baca akan menambahkan sesuatu yang baru dalam dirimu dan menyingkap kebodohan yang sebelumnya tidak kamu sadari.

Tapi kamu harus ingat.

Ilmu perlu diamalkan.
Hati perlu dibersihkan.
Pikiran perlu dikembangkan.
Jiwa perlu dirawat dan diperindah.

Iblis telah dihancurkan oleh kesombongannya sendiri, bukan karena kurangnya ilmu. Dan mereka yang membuat kerusakan dan bencana di muka bumi ini, bukanlah orang-orang bodoh!

Pikirkan dan renungkan baik-baik: seberapa banyak hal yang telah kamu amalkan dibandingkan dengan hal yang kamu tau?!

Wallahu a’lam. []

Referensi:

Adham Syarqawi, Rasa’il min An-Nabi ﷺ, cet. Kalemat.

Catatan: foto diambil di @shiramedia, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta.

Obat Ghibah

Kitab Al-Akhlaq karya Syaikh Muhammad Asy-Syafi’i Adh-Dhawahiri rahimahullah.

Sebagai sebuah perilaku tercela yang melanggar norma agama dan etika sosial, perilaku ghibah dipicu oleh berbagai faktor eksternal maupun internal, di antaranya: dendam dan kebencian terhadap orang yang dipergunjingkan, kedengkian terhadap perlakuan baik orang lain kepadanya, persaingan status serta pengaruh sosial, dan kesombongan, dll.

Lalu, apa upaya pencegahan yang dapat dilakukan agar seseorang tidak jatuh ke dalam dosa ghibah?

Lanjutkan membaca “Obat Ghibah”

Tanda Diterima dan Tidaknya Ibadah Haji Seseorang

Imam ‘Ali Al-Khawwash berkata, bahwa di antara tanda diterimanya ibadah haji seseorang adalah sekembalinya dia, dia berakhlak dengan akhlak Nabi ﷺ, dia tidak mendekati (apalagi melakukan) perbuatan dosa, dia tidak melihat derajat dirinya di atas seorangpun dari hamba Allah Ta’ala, dan dia tidak berebut untuk mendapatkan sesuatupun dari perkara-perkara dunia hingga dia tutup usia.

Lanjutkan membaca “Tanda Diterima dan Tidaknya Ibadah Haji Seseorang”