Obat Ghibah

Kitab Al-Akhlaq karya Syaikh Muhammad Asy-Syafi’i Adh-Dhawahiri rahimahullah.

Sebagai sebuah perilaku tercela yang melanggar norma agama dan etika sosial, perilaku ghibah dipicu oleh berbagai faktor eksternal maupun internal, di antaranya: dendam dan kebencian terhadap orang yang dipergunjingkan, kedengkian terhadap perlakuan baik orang lain kepadanya, persaingan status serta pengaruh sosial, dan kesombongan, dll.

Lalu, apa upaya pencegahan yang dapat dilakukan agar seseorang tidak jatuh ke dalam dosa ghibah?

Lanjutkan membaca “Obat Ghibah”

Tiga Hal Yang Menjadi Poros Ajaran Islam

Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari rahimahullah di dalam kitab shahih beliau, bahwa ‘Ammar bin Yasir radliyallahu ‘anhu berkata,

ثلاث من جمعهن فقد جمع الإيمان: (١) الإنصاف عن نفسك (٢) وبذل السلام للعالم (٣) والإنفاق في الإقتار

“Ada tiga hal, yang barangsiapa menghimpun ketiganya, maka sungguh dia ia telah menghimpun keimanan: (1) kesadaran dari dirimu sendiri, (2) memberikan salam kepada alam semesta, dan (3) berinfaq di kala sempit.”

Lanjutkan membaca “Tiga Hal Yang Menjadi Poros Ajaran Islam”

Ucapan Salam Seorang Muslim Itu Lebih Dari Sekedar Sapaan

Syarh Al-Yaqut An-Nafis, hlm. 199.

Tidak sedikit orang yang belum mengetahui tentang makna salam yang biasa diucapkan oleh seorang muslim kepada muslim lain saat berjumpa, dan menganggap bahwa ucapan salam tersebut tidak lebih dari sekedar sapaan pada umumnya, seperti ucapan “selamat pagi“, “selamat siang“, dan semisalnya.

Lanjutkan membaca “Ucapan Salam Seorang Muslim Itu Lebih Dari Sekedar Sapaan”

Pandangan Orang Lain Terhadap Amal Kita Tidaklah Penting

Kifayah Al-Atqiya’, karya Sayyid Abu Bakr Syatha cet. Kasyidah

Memperlihatkan ibadah dan amal kebaikan kepada manusia untuk mendapatkan perhatian, pandangan dan penilaian dari mereka adalah termasuk hal yang tidak diperkenankan dan sia-sia belaka.

Bahkan, keimanan seseorang tidaklah sempurna sehingga dia meyakini dan menganggap bahwa pandangan manusia terhadap amal perbuatannya itu sama halnya dengan pandangan hewan-hewan, yakni sama-sama tidak penting. Seseorang yang berkeyakinan dan menganggap demikian, maka kehadiran manusia di sisinya ketika dia beramal tak akan mengotori keikhlasannya, dan kesendiriannya ketika dia beramal tak akan mengurangi semangatnya.

Lanjutkan membaca “Pandangan Orang Lain Terhadap Amal Kita Tidaklah Penting”