Kapankah Kebolehan Qashar dan Jamak Shalat Bagi Musafir Berakhir?

Sebagaimana telah diketahui, bahwa seseorang yang bepergian diperbolehkan untuk mengqashar shalat yang 4 raka’at dan menjamak shalat dhuhur dengan ‘ashar, dan maghrib dengan ‘isya secara taqdim ataupun ta’khir, dengan beberapa syarat, di antaranya:

1. Dia telah memulai perjalanannya dan telah melewati batas desa.

Lanjutkan membaca “Kapankah Kebolehan Qashar dan Jamak Shalat Bagi Musafir Berakhir?”

Mendoakan Kebaikan Untuk Para Pemimpin Kaum Muslimin

Hasyiyah I’anah Ath-Thalibin, cet. Darul Kutub Al-Islamiyyah.

Berdasarkan penjelasan Sayyid Abu Bakr Syatha rahimahullah (w. 1310 H) di dalam Hasyiyah I’anah Ath-Thalibin, berdoa untuk personal seorang pemimpin secara spesifik di dalam khutbah Jumat tidaklah disunnahkan -kecuali jika disertai adanya kekhawatiran terhadap potensi fitnah, maka menjadi wajib– menurut kesepakatan ‘ulama, semisal doa, “Ya Allah, rahmatilah pemimpin kami Sultan ‘Abdul Hamid“. 

Lanjutkan membaca “Mendoakan Kebaikan Untuk Para Pemimpin Kaum Muslimin”

Bersabarlah, Perjuangan Menuntut Ilmu Tak Akan Pernah Sia-sia

I’anah Ath-Thalibin, juz 1 hal. 23, via Maktabah Syamilah.

Barangkali pernah terbersit dalam benak seorang santri, “Untuk apa aku datang ke majelis ilmu jika aku tak bisa paham apapun di sana?”, atau “Apa gunanya aku berangkat ke majelis ilmu jika aku mudah sekali melupakan hal-hal yang aku pelajari di sana seketika setelah aku pulang?”.

Lanjutkan membaca “Bersabarlah, Perjuangan Menuntut Ilmu Tak Akan Pernah Sia-sia”

Catatan Penting Seputar Tata Cara Shalat Tasbih

Manba’ Al-Hidayah Majmu’ah Al-Aurad Al-Yaumiyyah, kitab panduan amaliyah harian santri Pondok Pesantren Wahid Hasyim

Shalat tasbih termasuk shalat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh ‘Ikrimah dari Sayyidina Ibn ‘Abbas radliyallahu ‘anhuma, berkaitan dengan sabda Nabi ﷺ kepada Sayyidina Al-‘Abbas bin ‘Abdil Muththalib radliyallahu ‘anhu tentang anjuran, keutamaan, dan tata cara shalat tasbih.

Shalat tasbih memiliki keutamaan yang luar biasa. Oleh karena itulah, Imam Al-Ghazali berkata di dalam kitab Ihya’ ‘Ulumiddin, bahwa seseorang dianjurkan untuk tidak melewatkan satu pekan tanpa melaksanakan shalat tasbih. Jika seseorang tidak mampu untuk melaksanakan shalat tasbih sekali dalam sepekan, maka hendaknya dia melaksanakannya sekali dalam sebulan. Jika masih tidak mampu, maka hendaknya paling tidak dia melaksanakan shalat tasbih sekali dalam sebulan. Jika masih tidak mampu, maka paling tidak hendaknya dia melaksanakan shalat tasbih sekali dalam setahun, atau paling tidak sekali dalam seumur hidup.

Lanjutkan membaca “Catatan Penting Seputar Tata Cara Shalat Tasbih”