Obat Ghibah

Kitab Al-Akhlaq karya Syaikh Muhammad Asy-Syafi’i Adh-Dhawahiri rahimahullah.

Sebagai sebuah perilaku tercela yang melanggar norma agama dan etika sosial, perilaku ghibah dipicu oleh berbagai faktor eksternal maupun internal, di antaranya: dendam dan kebencian terhadap orang yang dipergunjingkan, kedengkian terhadap perlakuan baik orang lain kepadanya, persaingan status serta pengaruh sosial, dan kesombongan, dll.

Lalu, apa upaya pencegahan yang dapat dilakukan agar seseorang tidak jatuh ke dalam dosa ghibah?

Syaikh Muhammad Asy-Syafi’i Adh-Dhawahiri rahimahullah (w. 1359H) menjelaskan bahwa seseorang harus tau dan sadar bahwa ghibah adalah perbuatan yang dilarang oleh Allah, dan dia akan menghadapi konsekuensi yang begitu berat ketika dia menerjang larangan-Nya. Keimanannya terhadap firman-Nya dan sabda Nabi ﷺ tentang ghibah semestinya mencegahnya dari perilaku tersebut.

Selain itu, seseorang hendaknya melakukan tadabbur dan introspeksi diri. Sibuk memperbaiki diri dan membenahi kekurangan dirinya sendiri.

Nabi ﷺ bersabda,

طوبى لمن شغله عيبه عن عيوب الناس

“Beruntunglah orang yang aibnya sendiri menyibukkannya dari aib-aib orang lain.”

Sayyidina Ibnu ‘Abbas radliyallahu ‘an huma berkata,

إذا أردت أن تذكر عيوب صاحبك، فاذكر عيوبك

“Saat kamu hendak menuturkan aib-aib temanmu, ingatlah aib-aibmu sendiri.”

Wallahu a’lam. []

Tinggalkan komentar