Tanda Diterima dan Tidaknya Ibadah Haji Seseorang

Imam ‘Ali Al-Khawwash berkata, bahwa di antara tanda diterimanya ibadah haji seseorang adalah sekembalinya dia, dia berakhlak dengan akhlak Nabi ﷺ, dia tidak mendekati (apalagi melakukan) perbuatan dosa, dia tidak melihat derajat dirinya di atas seorangpun dari hamba Allah Ta’ala, dan dia tidak berebut untuk mendapatkan sesuatupun dari perkara-perkara dunia hingga dia tutup usia.

Lanjutkan membaca “Tanda Diterima dan Tidaknya Ibadah Haji Seseorang”

Nasihat Sang Wanita Penggugat dan Keteladanan Sayyidina ‘Umar bin Al-Khaththab

Suatu ketika, Khaulah binti Hakim (qila: binti Tsa’labah) –beliau adalah wanita yang mengajukan gugatan berkenaan dengan persoalan dhihar yang dilakukan suaminya dan langsung direspon dengan turunnya Al-Qur’an surat Al-Mujadilah ayat 1 s.d. 4– berjumpa dengan Sayyidina ‘Umar bin Al-Khaththab radliyallahu ‘anhu di era kekhalifahan beliau.

Dalam perjumpaan itu, Khaulah meminta Sayyidina ‘Umar untuk berhenti dalam waktu yang lama, dan menasihati beliau. Khaulah berkata,

Lanjutkan membaca “Nasihat Sang Wanita Penggugat dan Keteladanan Sayyidina ‘Umar bin Al-Khaththab”

Merasa Lebih Baik Dari Pelaku Dosa

Imam Ath-Thabari  rahimahullah meriwayatkan dari Hafs bin Humaid, bahwa suatu ketika beliau berkata kepada Imam Ibnu Al-Mubarak rahimahullah,

رأيت رجلا قتل رجلا ظلما، فقلت في نفسي: أنا أفضل من هذا

“Aku melihat seseorang membunuh orang lain secara lalim. Lalu aku berkata pada diriku sendiri, ‘Aku lebih baik dari orang ini’.”

Lanjutkan membaca “Merasa Lebih Baik Dari Pelaku Dosa”

Tiga Hal Yang Menjadi Poros Ajaran Islam

Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari rahimahullah di dalam kitab shahih beliau, bahwa ‘Ammar bin Yasir radliyallahu ‘anhu berkata,

ثلاث من جمعهن فقد جمع الإيمان: (١) الإنصاف عن نفسك (٢) وبذل السلام للعالم (٣) والإنفاق في الإقتار

“Ada tiga hal, yang barangsiapa menghimpun ketiganya, maka sungguh dia ia telah menghimpun keimanan: (1) kesadaran dari dirimu sendiri, (2) memberikan salam kepada alam semesta, dan (3) berinfaq di kala sempit.”

Lanjutkan membaca “Tiga Hal Yang Menjadi Poros Ajaran Islam”