Kegagalan, kesulitan, rasa sakit, dan perpisahan. Mungkin itu adalah beberapa hal yang tidak kita sukai di dunia ini. Hal yang seringkali memunculkan rasa sedih, kecewa, atau bahkan frustasi.
Sebenarnya, sesuatu yang tidak kita sukai tidaklah selalu buruk. Justru, hal yang buruk adalah menganggap buruk terhadap semua hal yang tidak kita sukai. Karena kita tidak tau hikmah dan kebaikan yang Allah telah siapkan di balik itu.
يقول الله تعالى: أنا عند ظن عبدي بي، وأنا معه إذا ذكرني، فإن ذكرني في نفسه ذكرته في نفسي، وإن ذكرني في ملإ ذكرته في ملإ خير منهم وإن تقرب إلي بشبر تقربت إليه ذراعا، وإن تقرب إلي ذراعا تقربت إليه باعا، وإن أتاني يمشي أتيته هرولة
“Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku menurut prasangka hamba-Ku (yang mu’min) kepada-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Jika dia mengingat-Ku di dalam sepi (secara sirr), maka Aku akan mengingatnya (dengan limpahan pahala dan rahmah) di dalam sepi. Jika dia mengingatku di tengah keramaian, maka Aku akan mengingatnya di tengah keramaian yang lebih baik dari itu (para malaikat muqarrabun, para nabi, dan syuhada). Jika dia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat padanya satu hasta. Jika dia mendekat kepada-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekat padanya sejauh satu depa. Jika dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang padanya dengan berlari.” (Shahih Al-Bukhari hadits no. 7405, Shahih Muslim hadits no. 2675)
Syarh Mandhumah Al-Asma’ Al-Husna, karya Syaikh Ahmad bin Muhammad Ash-Shawi Al-Maliki Al-Azhari.
Berikut ini adalah sebuah hikayat berharga yang dituturkan oleh Imam Syihabuddin Al-Qalyubi di dalam An-Nawadir, tentang seseorang yang telah dijadikan oleh Allah sebagai evaluator atas dirinya sendiri.
Dikisahkan, ada seorang lelaki yang berusaha untuk mengevaluasi dirinya sendiri. Pertama, dia memulainya dengan menghitung umurnya sendiri. Dia temukan saat itu usianya telah mencapai 60 tahun!
Kitab Ma’alim At-Tanzil (Tafsir Al-Baghawi), hal. 997, cet. Dar Ibn Hazm.
Di dalam kitabMa’alim At-Tanzil, tepatnya pada pembahasan tafsir surat Al-‘Ankabut ayat 45, Imam Al-Baghawi rahimahullah mengetengahkan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Sayyidina Anas radliyallahu ‘anhu. Beliau berkata,