Obat Ghibah

Kitab Al-Akhlaq karya Syaikh Muhammad Asy-Syafi’i Adh-Dhawahiri rahimahullah.

Sebagai sebuah perilaku tercela yang melanggar norma agama dan etika sosial, perilaku ghibah dipicu oleh berbagai faktor eksternal maupun internal, di antaranya: dendam dan kebencian terhadap orang yang dipergunjingkan, kedengkian terhadap perlakuan baik orang lain kepadanya, persaingan status serta pengaruh sosial, dan kesombongan, dll.

Lalu, apa upaya pencegahan yang dapat dilakukan agar seseorang tidak jatuh ke dalam dosa ghibah?

Lanjutkan membaca “Obat Ghibah”

Tanda Diterima dan Tidaknya Ibadah Haji Seseorang

Imam ‘Ali Al-Khawwash berkata, bahwa di antara tanda diterimanya ibadah haji seseorang adalah sekembalinya dia, dia berakhlak dengan akhlak Nabi ﷺ, dia tidak mendekati (apalagi melakukan) perbuatan dosa, dia tidak melihat derajat dirinya di atas seorangpun dari hamba Allah Ta’ala, dan dia tidak berebut untuk mendapatkan sesuatupun dari perkara-perkara dunia hingga dia tutup usia.

Lanjutkan membaca “Tanda Diterima dan Tidaknya Ibadah Haji Seseorang”

Merasa Lebih Baik Dari Pelaku Dosa

Imam Ath-Thabari  rahimahullah meriwayatkan dari Hafs bin Humaid, bahwa suatu ketika beliau berkata kepada Imam Ibnu Al-Mubarak rahimahullah,

رأيت رجلا قتل رجلا ظلما، فقلت في نفسي: أنا أفضل من هذا

“Aku melihat seseorang membunuh orang lain secara lalim. Lalu aku berkata pada diriku sendiri, ‘Aku lebih baik dari orang ini’.”

Lanjutkan membaca “Merasa Lebih Baik Dari Pelaku Dosa”

Tiga Hal Yang Menjadi Poros Ajaran Islam

Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari rahimahullah di dalam kitab shahih beliau, bahwa ‘Ammar bin Yasir radliyallahu ‘anhu berkata,

ثلاث من جمعهن فقد جمع الإيمان: (١) الإنصاف عن نفسك (٢) وبذل السلام للعالم (٣) والإنفاق في الإقتار

“Ada tiga hal, yang barangsiapa menghimpun ketiganya, maka sungguh dia ia telah menghimpun keimanan: (1) kesadaran dari dirimu sendiri, (2) memberikan salam kepada alam semesta, dan (3) berinfaq di kala sempit.”

Lanjutkan membaca “Tiga Hal Yang Menjadi Poros Ajaran Islam”