Setiap muslim dianjurkan untuk senantiasa memulai setiap perkara dengan membaca basmalah. Anjuran ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
كل أمر ذي بال لا يبدأ فيه بباسم الله الرحمن الرحيم فهو أبتر
“Setiap perkara yang memiliki keadaan yang baik yang tidak dimulai dengan basmalah, maka perkara tersebut terputus (kurang dan sedikit keberkahannya).”
Halaman muka kitab Al-Qawa’id Al-Kubra, karya Syaikh ‘Izzuddin bin ‘Abdissalam rahimahullah.
Untuk memotivasi kaum muslimin agar semakin giat bekerja, tidak jarang kita mendengar sebuah ungkapan yang begitu populer, yaitu ungkapan “bekerja adalah ibadah”.
Ungkapan tersebut tidaklah sepenuhnya keliru, bahkan sesuai dengan keterangan yang disebutkan oleh para ‘ulama rahimahumullah, bahwa seseorang yang bekerja untuk mencukupi kebutuhan nafkah keluarga dan untuk menjaga kehormatan diri dan keluarga dari meminta-minta, maka dia akan datang pada hari kiamat dengan wajah yang terang bagaikan rembulan. Dalam hal ini, Syaikh Nawawi Al-Bantani rahimahullah berkata,
Pintu dan tiang-tiang di komplek maqbarahsyarifah Baginda Nabi Muhammad ﷺ
Imam An-Nawawi rahimahullah meriwayatkan di dalam kitab beliau yang berjudul Al-Idlah fil Manasik, tentang kisah seorang Badui (A’rabiy) saat berziarah ke maqbarah syarifah Baginda Nabi Muhammad ﷺ. Beliau berkata,
“Termasuk sebaik-baiknya ucapan tentang bertawassul pada Rasulullah ﷺ adalah apa yang dinilai bagus dan yang diriwayatkan oleh para ‘ulama dari Al-‘Utbiy, beliau (Al-‘Utbiy) berkata,
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat atas Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu atas Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Q.S. Al-Ahzab: 56)
Ayat ini, berdasarkan penjelasan dari Imam Ar-Razi rahimahullah di dalam At-Tafsir Al-Kabir, adalah dalil atas wajibnya bershalawat atas Nabi ﷺ. Beliau berkata,
المسألة الثانية: هذا دليل على مذهب الشافعي لأن الأمر للوجوب فتجب الصلاة على النبي عليه السلام ولا تجب في غير التشهد فتجب في التشهد
“(Permasalahan kedua) Ayat ini adalah dalil menurut madzhab Asy-Syafi’i, karena sesungguhnya asal dari perintah itu menunjukkan pada hukum wajib, maka wajib hukumnya bershalawat atas Nabi ﷺ. Shalawat tidak wajib di selain tasyahhud, dan wajib di dalam tasyahhud.”
Lantas, apa makna Allah dan para malaikat bershalawat atas Nabi ﷺ? Apakah sama sebagaimana shalawat kita atas beliau ﷺ?