Hukum Al-Amr bil Ma’ruf dan An-Nahy ‘anil Munkar dalam Perspektif Syaikh Nawawi Al-Bantani, Tafsir Q.S. Ali ‘Imran: 104

Halaman sampul kitab tafsir Marah Labid li Kasyfi Ma’na Al-Qur’an Al-Majid, karya Syaikh Nawawi Al-Bantani rahimahullah, cetakan Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah, Beirut.

Di dalam kitab Marah Labid li Kasyfi Ma’na Al-Qur’an Al-Majid, Syaikh Nawawi Al-Bantani rahimahullah menjelaskan, bahwa hukum menyuruh kepada yang ma’ruf (al-amr bil ma’ruf) itu mengikuti hukum perkara yang diperintahkan. Jika hukum perkara yang diperintahkan itu adalah wajib, maka hukum al-amr bil ma’ruf nya adalah wajib. Sedangkan jika hukum perkara yang diperintahkan adalah sunnah, maka hukum al-amr bil ma’ruf nya adalah sunnah.

Lanjutkan membaca “Hukum Al-Amr bil Ma’ruf dan An-Nahy ‘anil Munkar dalam Perspektif Syaikh Nawawi Al-Bantani, Tafsir Q.S. Ali ‘Imran: 104”

Benarkah Siapapun Boleh Berijtihad dan Menyimpulkan Hukum Sendiri Secara Langsung dari Al-Qur’an dan Hadits?

Halaman sampul kitab Al-Minhaj fi Syarh Shahih Muslim Ibn Al-Hajjaj, syarh An-Nawawi ‘ala Muslim, cetakan Bait Al-Afkar Ad-Dauliyyah.

Benarkah siapapun tanpa terkecuali (sekalipun ‘awam) boleh berijtihad dan menyimpulkan hukum sendiri secara langsung dari Al-Qur’an dan hadits?

Lanjutkan membaca “Benarkah Siapapun Boleh Berijtihad dan Menyimpulkan Hukum Sendiri Secara Langsung dari Al-Qur’an dan Hadits?”

Orang Beristighfar Namun Dibenci oleh Allah Ta’ala

Di dalam kitab Bustanul ‘Arifin, Imam An-Nawawi rahimahullah meriwayatkan suatu kalam hikmah dari guru beliau, Al-Imam Al-Hafidh Abu Al-Baqa’ rahimahullah, dari Syaikh Abu Muhammad ‘Abdul ‘Aziz bin Ma’ali, dari Al-Qadli Abu Bakr Muhammad bin ‘Abdil Baqi Al-Anshari, dari Al-Imam Al-Hafidh Abu Bakr Al-Khatib, dari Al-Imam Al-Hafidh Abu Al-Fath Muhammad bin Ahmad bin Abi Al-Fawaris, dari Muhammad bin Ahmad Al-Warraq, beliau berkata,

Lanjutkan membaca “Orang Beristighfar Namun Dibenci oleh Allah Ta’ala”