Mana yang Lebih Utama: Pelaku Maksiat yang Bertaubat dari Kemaksiatannya Ataukah Seorang Kafir yang Kembali Kepada Keimanan?

Kitab An-Nawadir karya Imam Al-Qalyubi, al-hikayah at-tasi’ah fil karamat, hal. 19.

Dikisahkan oleh Imam Al-Qalyubi di dalam kitab An-Nawadir, bahwa suatu ketika Imam Abu Al-Qasim Al-Hakim rahimahullah ditanya,

“Mana yang lebih utama; seorang muslim pelaku maksiat yang bertaubat dari kemaksiatannya ataukah seorang kafir yang kembali kepada keimanan?”

Lanjutkan membaca “Mana yang Lebih Utama: Pelaku Maksiat yang Bertaubat dari Kemaksiatannya Ataukah Seorang Kafir yang Kembali Kepada Keimanan?”

Waspada dan Jauhilah Keserakahan

Gerbang masuk Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta (dokumentasi pribadi tahun 2022).

Diriwayatkan oleh Sayyidina ‘Abdullah bin ‘Abbas radliyallahu ‘anhuma,

الغنى الإياس مما في أيدي الناس وإياك والطمع فإنه الفقر الحاضر

“Kekayaan yang sejati adalah keputusasaan dari apa yang ada di tangan manusia. Waspada dan jauhilah ketamakan (keserakahan), karena sesungguhnya keserakahan adalah kemiskinan yang nyata.”

(Imam As-Suyuthi, Al-Jami’ Ash-Shaghir, hadits no. 5813, diriwayatkan dari Sayyidina ‘Abdullah bin ‘Abbas radliyallahu ‘anhuma, hadits ini juga dimuat oleh al-maghfurlah KH. ‘Ali Maksum, Krapyak Yogyakarta di dalam kitab Jawami’ul Kalim, hal. 5)

Lanjutkan membaca “Waspada dan Jauhilah Keserakahan”

Tentang Kesabaran: Pantaskah Kita Berputus Asa dari Kasih Sayang-Nya?

Dokumentasi pribadi di Jatim Park I, tanggal 2 Januari 2023.

فكيف ييأس العقل عند اشتداد الأزمة وقد روى البخاري خبر (ما يصيب المؤمن من وصب ولانصب ولاحزن حتى الهم يهمه إلا كفر الله به من سيئاته) وخبر (ما من مسلم يشاك شوكة فما فوقها إلا كتب الله له بها درجة ومحيت عنه بها خطيئة) وخبر (من يرد الله به خيرا يصب منه)

وكل ذلك مبني على الصبر وهو أربع أنواع (١) صبر على الطاعة (٢) وصبر على المعصية وهما أساس طريق الإستقامة (٣) وصبر عن فضول الدنيا (٤) وصبر على المصائب والمحن وهو أساس الرضا والتسليم لله تعالى وحسن الظن به وهو أشق الأنواع على النفس

Lanjutkan membaca “Tentang Kesabaran: Pantaskah Kita Berputus Asa dari Kasih Sayang-Nya?”