
Kekayaan dan kemiskinan bukanlah tolak ukur kemuliaan seseorang di sisi Allah. Kekayaan dan kemiskinan tidak lain adalah ujian semata. Allah Ta’ala berfirman:
فأما ٱلإنسـٰن إذا ما ٱبتلىٰه ربهۥ فأكرمهۥ ونعمهۥ فیقول ربی أكرمن (١٥) وأما إذا ما ٱبتلىٰه فقدر علیه رزقهۥ فیقول ربی أهـٰنن (١٦)
“Adapun manusia, jika Tuhannya mengujinya (dengan kenikmatan) lalu memuliakannya (dengan harta) dan memberinya kenikmatan (dengan melapangkan hartanya), maka dia berkata, ‘Tuhanku telah memuliakanku’. Adapun jika Tuhannya mengujinya (dengan kemiskinan) lalu membatasi rejekinya, maka dia berkata, ‘Tuhanku telah menghinaku’.” (Q.S. Al-Fajr: 15-16)


