Kekayaan & Kemiskinan Bukan Tolak Ukur Kemuliaan (Tafsir Q.S. Al-Fajr: 15-16)

Tafsir Al-Baghawi, pembahasan tafsir surat Al-Fajr.

Kekayaan dan kemiskinan bukanlah tolak ukur kemuliaan seseorang di sisi Allah. Kekayaan dan kemiskinan tidak lain adalah ujian semata. Allah Ta’ala berfirman:

فأما ٱلإنسـٰن إذا ما ٱبتلىٰه ربهۥ فأكرمهۥ ونعمهۥ فیقول ربی أكرمن (١٥) وأما إذا ما ٱبتلىٰه فقدر علیه رزقهۥ فیقول ربی أهـٰنن (١٦)

“Adapun manusia, jika Tuhannya mengujinya (dengan kenikmatan) lalu memuliakannya (dengan harta) dan memberinya kenikmatan (dengan melapangkan hartanya), maka dia berkata, ‘Tuhanku telah memuliakanku’.  Adapun jika Tuhannya mengujinya (dengan kemiskinan) lalu membatasi rejekinya, maka dia berkata, ‘Tuhanku telah menghinaku’.” (Q.S. Al-Fajr: 15-16)

Lanjutkan membaca “Kekayaan & Kemiskinan Bukan Tolak Ukur Kemuliaan (Tafsir Q.S. Al-Fajr: 15-16)”

Jangan Lewatkan Harimu Tanpa Membaca, Mentadabburi, dan Mengamalkan Al-Qur’an

Gerbang Pondok Al-Munawwir, Krapyak

Sabda Nabi ﷺ,

اقرأوا القرآن فإن الله تعالى لا يعذب قلبا وعى القرآن

“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya Allah Ta’ala tidak akan mengadzab hati yang mengandung Al-Qur’an.”

Hadits riwayat Abi Umamah Al-Bahili radliyallahu ‘anhu tersebut dimuat oleh Imam As-Suyuthi di dalam kitab Al-Jami’ Ash-Shaghir, hadits no. 2993. 

Lanjutkan membaca “Jangan Lewatkan Harimu Tanpa Membaca, Mentadabburi, dan Mengamalkan Al-Qur’an”

10 Hal Penyebab Matinya Hati

Al-Futuhat Al-Wahbiyyah bi Syarhi Al-Arba’in An-Nawawiyyah

Di dalam kitab Al-Futuhat Al-Wahbiyyah bi Syarhi Al-Arba’in An-Nawawiyyah, hal. 317, Syaikh Ibrahim Asy-Syabrakhiti Al-Maliki Al-Azhari rahimahullah mengisahkan sebuah riwayat, bahwa Ibrahim bin Adham, seorang ulama dan sufi besar, berjalan melintasi pasar kota Bashrah.

Kemudian orang-orang mendatangi beliau dan berkata, “Wahai Abu Ishaq, kami telah berdoa, namun doa kami tidak diijabah.”

Lantas beliau berkata, “Karena sesungguhnya hati kalian telah mati oleh sebab sepuluh hal:

Lanjutkan membaca “10 Hal Penyebab Matinya Hati”

Shalat Tidak Pernah Terlewat, Namun Tetap Belum Meninggalkan Maksiat

Kitab Ma’alim At-Tanzil (Tafsir Al-Baghawi), hal. 997, cet. Dar Ibn Hazm.

Di dalam kitab Ma’alim At-Tanzil, tepatnya pada pembahasan tafsir surat Al-‘Ankabut ayat 45, Imam Al-Baghawi rahimahullah mengetengahkan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Sayyidina Anas radliyallahu ‘anhu. Beliau berkata,

Lanjutkan membaca “Shalat Tidak Pernah Terlewat, Namun Tetap Belum Meninggalkan Maksiat”