Obat Ghibah

Kitab Al-Akhlaq karya Syaikh Muhammad Asy-Syafi’i Adh-Dhawahiri rahimahullah.

Sebagai sebuah perilaku tercela yang melanggar norma agama dan etika sosial, perilaku ghibah dipicu oleh berbagai faktor eksternal maupun internal, di antaranya: dendam dan kebencian terhadap orang yang dipergunjingkan, kedengkian terhadap perlakuan baik orang lain kepadanya, persaingan status serta pengaruh sosial, dan kesombongan, dll.

Lalu, apa upaya pencegahan yang dapat dilakukan agar seseorang tidak jatuh ke dalam dosa ghibah?

Lanjutkan membaca “Obat Ghibah”

Ucapan Salam Seorang Muslim Itu Lebih Dari Sekedar Sapaan

Syarh Al-Yaqut An-Nafis, hlm. 199.

Tidak sedikit orang yang belum mengetahui tentang makna salam yang biasa diucapkan oleh seorang muslim kepada muslim lain saat berjumpa, dan menganggap bahwa ucapan salam tersebut tidak lebih dari sekedar sapaan pada umumnya, seperti ucapan “selamat pagi“, “selamat siang“, dan semisalnya.

Lanjutkan membaca “Ucapan Salam Seorang Muslim Itu Lebih Dari Sekedar Sapaan”

Berwudlu’ pun Disunnahkan Bagi Seseorang Ketika ….

Tangkapan layar kitab Tuhfah At-Thullab bi Syarhi Matni Tahrir Tanqih Al-Lubab, karya Syaikhul Islam Zakariyya Al-Anshari rahimahullah, hal. 10, cetakan Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah Beirut, Lebanon, th. 1997.

Di dalam kitab Tuhfah At-Thullab bi Syarhi Matni Tahrir Tanqih Al-Lubab, Syaikhul Islam Zakariyya Al-Anshari rahimahullah menyatakan, bahwa berwudlu’ itu disunnahkan dalam beberapa kondisi, di antaranya adalah: ketika marah, setelah melakukan ghibah, dan setelah mengucapkan hal-hal yang tercela, seperti cemoohan, dusta, tuduhan palsu, persaksian palsu, sumpah palsu, dll.

Lanjutkan membaca “Berwudlu’ pun Disunnahkan Bagi Seseorang Ketika ….”