Mendekatlah Kepada-Nya, Maka Dia Akan Melimpahkan Rahmah-Nya

Momen ngaji kitab Al-Idlah, Ahad pagi.

Sabda Kanjeng Nabi ﷺ,

يقول الله تعالى: أنا عند ظن عبدي بي، وأنا معه إذا ذكرني،  فإن ذكرني في نفسه ذكرته في نفسي، وإن ذكرني في ملإ ذكرته في ملإ خير منهم وإن تقرب إلي بشبر تقربت إليه ذراعا، وإن تقرب إلي ذراعا تقربت إليه باعا، وإن أتاني يمشي أتيته هرولة

“Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku menurut prasangka hamba-Ku (yang mu’min) kepada-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Jika dia mengingat-Ku di dalam sepi (secara sirr), maka Aku akan mengingatnya (dengan limpahan pahala dan rahmah) di dalam sepi. Jika dia mengingatku di tengah keramaian, maka Aku akan mengingatnya di tengah keramaian yang lebih baik dari itu (para malaikat muqarrabun, para nabi, dan syuhada). Jika dia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat padanya satu hasta. Jika dia mendekat kepada-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekat padanya sejauh satu depa. Jika dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang padanya dengan berlari.” (Shahih Al-Bukhari hadits no. 7405, Shahih Muslim hadits no. 2675)

Lanjutkan membaca “Mendekatlah Kepada-Nya, Maka Dia Akan Melimpahkan Rahmah-Nya”

2023 Berlalu: Jika Setiap Hari Tak Selamat dari Dosa, Lantas Apa yang Dirayakan?

Syarh Mandhumah Al-Asma’ Al-Husna, karya Syaikh Ahmad bin Muhammad Ash-Shawi Al-Maliki Al-Azhari.

Berikut ini adalah sebuah hikayat berharga yang dituturkan oleh Imam Syihabuddin Al-Qalyubi di dalam An-Nawadir, tentang seseorang yang telah dijadikan oleh Allah sebagai evaluator atas dirinya sendiri.

Dikisahkan, ada seorang lelaki yang berusaha untuk mengevaluasi dirinya sendiri. Pertama, dia memulainya dengan menghitung umurnya sendiri. Dia temukan saat itu usianya telah mencapai 60 tahun!

Lanjutkan membaca “2023 Berlalu: Jika Setiap Hari Tak Selamat dari Dosa, Lantas Apa yang Dirayakan?”

Shalat Tidak Pernah Terlewat, Namun Tetap Belum Meninggalkan Maksiat

Kitab Ma’alim At-Tanzil (Tafsir Al-Baghawi), hal. 997, cet. Dar Ibn Hazm.

Di dalam kitab Ma’alim At-Tanzil, tepatnya pada pembahasan tafsir surat Al-‘Ankabut ayat 45, Imam Al-Baghawi rahimahullah mengetengahkan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Sayyidina Anas radliyallahu ‘anhu. Beliau berkata,

Lanjutkan membaca “Shalat Tidak Pernah Terlewat, Namun Tetap Belum Meninggalkan Maksiat”

Pandangan Orang Lain Terhadap Amal Kita Tidaklah Penting

Kifayah Al-Atqiya’, karya Sayyid Abu Bakr Syatha cet. Kasyidah

Memperlihatkan ibadah dan amal kebaikan kepada manusia untuk mendapatkan perhatian, pandangan dan penilaian dari mereka adalah termasuk hal yang tidak diperkenankan dan sia-sia belaka.

Bahkan, keimanan seseorang tidaklah sempurna sehingga dia meyakini dan menganggap bahwa pandangan manusia terhadap amal perbuatannya itu sama halnya dengan pandangan hewan-hewan, yakni sama-sama tidak penting. Seseorang yang berkeyakinan dan menganggap demikian, maka kehadiran manusia di sisinya ketika dia beramal tak akan mengotori keikhlasannya, dan kesendiriannya ketika dia beramal tak akan mengurangi semangatnya.

Lanjutkan membaca “Pandangan Orang Lain Terhadap Amal Kita Tidaklah Penting”