Perbedaan Pendapat Ulama Seputar Waktu Wajibnya Bershalawat atas Nabi ﷺ

Kaligrafi bertuliskan redaksi shalawat atas Nabi ﷺ, “Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad”.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat atas Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu atas Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Q.S. Al-Ahzab: 56)

Ayat ini, berdasarkan penjelasan dari Imam Ar-Razi rahimahullah di dalam At-Tafsir Al-Kabir, adalah dalil atas wajibnya bershalawat atas Nabi ﷺ. Beliau berkata,

المسألة الثانية: هذا دليل على مذهب الشافعي لأن الأمر للوجوب فتجب الصلاة على النبي عليه السلام ولا تجب في غير التشهد فتجب في التشهد

“(Permasalahan kedua) Ayat ini adalah dalil menurut madzhab Asy-Syafi’i, karena sesungguhnya asal dari perintah itu menunjukkan pada hukum wajib, maka wajib hukumnya bershalawat atas Nabi . Shalawat tidak wajib di selain tasyahhud, dan wajib di dalam tasyahhud.”

Lantas, apa makna Allah dan para malaikat bershalawat atas Nabi ﷺ? Apakah sama sebagaimana shalawat kita atas beliau ﷺ?

Lanjutkan membaca “Perbedaan Pendapat Ulama Seputar Waktu Wajibnya Bershalawat atas Nabi ﷺ”

Resep Husnul Khatimah Syaikh Nawawi Al-Bantani di Dalam Dzikir dan Do’a Setelah Shalat Jum’at

Kasyifah As-Saja Syarh Safinah An-Naja, karya Syaikh Nawawi Al-Bantani, cetakan Dar Ibni Hazm, Beirut.

Syaikh Nawawi Al-Bantani rahimahullah menyebutkan di dalam kitab Kasyifah As-Saja Syarh Safinah An-Naja, bahwa telah disebutkan di dalam hadits,

من قرأ عقب سلامه من الجمعة قبل أن يثني رجله الفاتحة والإخلاص والمعوذتين سبعا سبعا غفر له ما تقدم من ذنبه و ما تأخر و أعطي من الأجر بعدد من آمن بالله ورسوله

“Barangsiapa yang membaca surah Al-Fatihah, surah Al-Ikhlash, dan Al-Mu’awwidzatain (surah Al-Falaq dan An-Nas) sebanyak masing-masing tujuh kali setelah salam shalat Jum’at dan sebelum memutar kakinya (dari posisi duduk tawarruk pada tasyahhud akhir shalat), maka dosanya yang telah lalu dan yang mendatang diampuni (oleh Allah Ta’ala), dan dia diberi pahala sebanyak makhluk yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya.”

Lanjutkan membaca “Resep Husnul Khatimah Syaikh Nawawi Al-Bantani di Dalam Dzikir dan Do’a Setelah Shalat Jum’at”

Cara Menghilangkan Waswas Saat Hendak Mendirikan Shalat Menurut Syaikh Nawawi Al-Bantani

Syaikh Nawawi Al-Bantani rahimahullah menjelaskan (Nihayah Az-Zain, hlm. 57), bahwa Syaikh Abu Al-Hasan Asy-Syadzili rahimahullah telah mengajarkan kepada santri-santri beliau suatu cara untuk menghilangkan waswas serta bisikan-bisikan buruk yang muncul di dalam hati ketika hendak mendirikan shalat.

Lanjutkan membaca “Cara Menghilangkan Waswas Saat Hendak Mendirikan Shalat Menurut Syaikh Nawawi Al-Bantani”