Memaknai Hari Raya ‘Idul Fitri 1444 H

Keluarga besar Balongkiai, 1 Syawwal 1444 H.

Hari raya ‘Idul Fitri yang sejati bukanlah bagi
orang yang bersuka cita dengan berbagai model busana terbaru dan menikmati berbagai hidangan lezat yang menggugah selera.

Al-Imam Al-Habib ‘Abdurrahman bin Muhammad Al-Masyhur Al-Husaini rahimahullah berkata,

وقد جعل الله للمؤمنين ثلاثة أيام عيدا: الجمعة، والفطر، والأضحى، وكلها بعد إكمال العبادة، وليس العيد لمن لبس الجديد، بل لمن طاعته تزيد، ولا لمن تجمل بالملبوس والمركوب، بل لمن غفرت له الذنوب

Lanjutkan membaca “Memaknai Hari Raya ‘Idul Fitri 1444 H”

Beberapa Poin Penting Mengenai Shalat ‘Idul Fitri dan Hal-hal Lain yang Berkaitan Dengannya

Menjelang hari raya ‘Idul Fitri 1444 H, berikut ini saya tuliskan beberapa poin penting mengenai shalat hari raya ‘Idul Fitri dan hal-hal lain yang berkaitan dengannya:

1. Shalat hari raya ‘Idul Fitri termasuk shalat sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan secara berjama’ah.

2. Waktu pelaksanaannya adalah di antara waktu terbit dan tergelincirnya matahari pada tanggal 1 Syawwal. Disunnahkan untuk menunda pelaksanaan hingga matahari meninggi 4 derajat atau 16 menit. Jika dilaksanakan sebelum matahari meninggi, maka menurut qaul yang mu’tamad hukumnya khilaful aula (sedangkan menurut Syaikhul Islam Zakariyya Al-Anshari, hukumnya makruh).

Lanjutkan membaca “Beberapa Poin Penting Mengenai Shalat ‘Idul Fitri dan Hal-hal Lain yang Berkaitan Dengannya”

Benarkah Berpuasa Sunnah di Separuh Kedua Bulan Sya’ban itu Haram?

Tangkapan layar fitur kalender di NU Online Supper App.

Berpuasa merupakan salah satu amal ibadah yang dicintai oleh Rasulullah ﷺ. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam kitab Shahih beliau, bahwa Rasulullah ﷺ berpuasa di hari-hari yang istimewa, seperti berpuasa di hari Senin, oleh sebab pada hari itu beliau dilahirkan dan pada hari itu pula diturunkan wahyu kepada beliau. Selain itu, berdasarkan sebuah hadits riwayat Imam At-Tirmidzi, diketahui bahwa beliau ﷺ juga menyukai berpuasa di hari Kamis, yang mana pada hari Senin dan Kamis itulah keseluruhan catatan amal dihaturkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Akan tetapi, apakah kecintaan dan semangat kita di dalam ibadah puasa lantas memberikan keabsahan dan legalitas pada kita untuk berpuasa kapan saja di hari-hari yang kita kehendaki? Apakah kita diperbolehkan berpuasa sunnah di semua hari di dalam satu tahun penuh selain bulan Ramadlan? Nah, di dalam momen menyambut bulan Ramadlan tahun 1444 H ini, tentu pertanyaan di atas menjadi sangat penting bagi kita kaum muslimin, sebagai bekal untuk berilmu ‘amaliyyah dan beramal ‘ilmiyyah.

Lanjutkan membaca “Benarkah Berpuasa Sunnah di Separuh Kedua Bulan Sya’ban itu Haram?”