Catatan Penting Seputar Tata Cara Shalat Tasbih

Manba’ Al-Hidayah Majmu’ah Al-Aurad Al-Yaumiyyah, kitab panduan amaliyah harian santri Pondok Pesantren Wahid Hasyim

Shalat tasbih termasuk shalat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh ‘Ikrimah dari Sayyidina Ibn ‘Abbas radliyallahu ‘anhuma, berkaitan dengan sabda Nabi ﷺ kepada Sayyidina Al-‘Abbas bin ‘Abdil Muththalib radliyallahu ‘anhu tentang anjuran, keutamaan, dan tata cara shalat tasbih.

Shalat tasbih memiliki keutamaan yang luar biasa. Oleh karena itulah, Imam Al-Ghazali berkata di dalam kitab Ihya’ ‘Ulumiddin, bahwa seseorang dianjurkan untuk tidak melewatkan satu pekan tanpa melaksanakan shalat tasbih. Jika seseorang tidak mampu untuk melaksanakan shalat tasbih sekali dalam sepekan, maka hendaknya dia melaksanakannya sekali dalam sebulan. Jika masih tidak mampu, maka hendaknya paling tidak dia melaksanakan shalat tasbih sekali dalam sebulan. Jika masih tidak mampu, maka paling tidak hendaknya dia melaksanakan shalat tasbih sekali dalam setahun, atau paling tidak sekali dalam seumur hidup.

Lanjutkan membaca “Catatan Penting Seputar Tata Cara Shalat Tasbih”

Beberapa Poin Penting Mengenai Shalat ‘Idul Fitri dan Hal-hal Lain yang Berkaitan Dengannya

Menjelang hari raya ‘Idul Fitri 1444 H, berikut ini saya tuliskan beberapa poin penting mengenai shalat hari raya ‘Idul Fitri dan hal-hal lain yang berkaitan dengannya:

1. Shalat hari raya ‘Idul Fitri termasuk shalat sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan secara berjama’ah.

2. Waktu pelaksanaannya adalah di antara waktu terbit dan tergelincirnya matahari pada tanggal 1 Syawwal. Disunnahkan untuk menunda pelaksanaan hingga matahari meninggi 4 derajat atau 16 menit. Jika dilaksanakan sebelum matahari meninggi, maka menurut qaul yang mu’tamad hukumnya khilaful aula (sedangkan menurut Syaikhul Islam Zakariyya Al-Anshari, hukumnya makruh).

Lanjutkan membaca “Beberapa Poin Penting Mengenai Shalat ‘Idul Fitri dan Hal-hal Lain yang Berkaitan Dengannya”

Hal-hal yang Dianjurkan Ketika Terjadi Angin Kencang, Badai, atau Fenomena Alam Lainnya

Cuplikan keterangan dari Nihayatuz Zain fi Irsyadil Mubtadi’in, Syaikh Nawawi Banten rahimahullah.

Beredar peringatan akan terjadinya badai pada tanggal 28 Desember 2022, yang mana badai tersebut akan berdampak ke beberapa daerah di Jakarta, Bekasi, dan Banten, mencakup kota Cilegon, Serang, Pandeglang, Rangkasbitung, Cigudeg, Gunung Salak, Cikepuh, Tasikmalaya, Banjar, Karangsembung, Bekasi, Tangerang, Cikarang, Teluk Jakarta, Karangwareng, Banjaran, dan Ciamis. Demikian prediksi BRIN yang dilansir oleh akun media sosial Instagram Perupadata @perupadata pada tanggal 27 Desember 2022.

Namun demikian, berita tersebut telah diluruskan oleh BMKG melalui tweet pada akun resmi media sosial Twitter @infoBMKG pada 27 Desember 2023 pukul 22:46 WIB. BMKG menyatakan, bahwa badai besar yang dikabarkan tersebut memiliki peluang yang cukup kecil untuk terjadi. Oleh karena itulah, masyarakat tidak perlu khawatir, namun diharapkan untuk tetap waspada.

Lanjutkan membaca “Hal-hal yang Dianjurkan Ketika Terjadi Angin Kencang, Badai, atau Fenomena Alam Lainnya”

Apakah Seorang Ma’mum Dianjurkan Untuk Mengeraskan Suaranya Saat Takbiratul Ihram atau Takbir Intiqal Sebagaimana Imam?

Suatu ketika, seorang peserta pengajian bertanya kepada saya, begini:

“Apakah seorang ma’mum dianjurkan untuk mengeraskan suaranya saat takbiratul ihram atau takbir intiqal?”.

Berkaitan dengan pertanyaan di atas, perlu diperhatikan, bahwa hanya ada 5 keadaan yang dianjurkan bagi ma’mum untuk mengeraskan bacaan di dalam shalat. Syaikh Nawawi Al-Bantani rahimahullah di dalam kitab Nihayatuz Zain menjelaskan,

Lanjutkan membaca “Apakah Seorang Ma’mum Dianjurkan Untuk Mengeraskan Suaranya Saat Takbiratul Ihram atau Takbir Intiqal Sebagaimana Imam?”