Pada pembukaan kitab Tausyih ‘ala Fathil Qarib Al-Mujib, Syaikh Nawawi Banten menyampaikan, bahwa penulis matan Ghayah At-Taqrib, yaitu Imam Abu Syuja’ Syihabuddin Ahmad bin Al-Husain bin Ahmad Al-Ashfahani rahimahullah dikaruniai usia yang panjang, yaitu 160 tahun.
Lanjutkan membaca “Tips Sehat Lahir Batin ala Imam Abu Syuja’”Tag: Syaikh Nawawi Al-Bantani Al-Jawi
Aurat Laki-laki dan Perempuan: Batasan dan Penjelasannya

Menurut bahasa, aurat berarti kekurangan dan sesuatu yang dipandang buruk. Sedangkan menurut syara’, aurat berarti sesuatu yang wajib ditutup di dalam shalat ataupun di luar shalat dan haram untuk dilihat.
Penjelasan ringkas mengenai batasan aurat laki-laki dan perempuan menurut madzhab Imam Asy-Syafi’i rahimahullah adalah sebagai berikut:
1. Aurat laki-laki, walaupun seorang kafir, atau seorang budak, ataupun anak kecil walaupun belum mumayyiz, maka auratnya adalah:
a. Ketika di dalam shalat: auratnya adalah area di antara pusar dan lutut.
b. Bagi mahram dan sesama laki-laki: auratnya adalah area di antara pusar dan lutut.
Beberapa Poin Penting Mengenai Shalat ‘Idul Fitri dan Hal-hal Lain yang Berkaitan Dengannya
Menjelang hari raya ‘Idul Fitri 1444 H, berikut ini saya tuliskan beberapa poin penting mengenai shalat hari raya ‘Idul Fitri dan hal-hal lain yang berkaitan dengannya:
1. Shalat hari raya ‘Idul Fitri termasuk shalat sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan secara berjama’ah.
2. Waktu pelaksanaannya adalah di antara waktu terbit dan tergelincirnya matahari pada tanggal 1 Syawwal. Disunnahkan untuk menunda pelaksanaan hingga matahari meninggi 4 derajat atau 16 menit. Jika dilaksanakan sebelum matahari meninggi, maka menurut qaul yang mu’tamad hukumnya khilaful aula (sedangkan menurut Syaikhul Islam Zakariyya Al-Anshari, hukumnya makruh).
Lanjutkan membaca “Beberapa Poin Penting Mengenai Shalat ‘Idul Fitri dan Hal-hal Lain yang Berkaitan Dengannya”Perbuatan Sama, Namun Konsekuensinya Bisa Berbeda

Dalam literatur kaidah fiqih, dikenal satu kaidah yang sangat masyhur:
ما كان أكثر فعلا كان أكثر فضلا
“Ketaatan yang lebih banyak perbuatannya, lebih banyak pahalanya.”
Namun, kenapa justru suatu ibadah yang dilakukan pada lailatul qadar lebih utama dibandingkan dengan ibadah yang sama yang dilakukan dalam seribu bulan yang tidak ada lailatul qadarnya? Padahal, ketaatan/ibadah selama seribu bulan itu jauh lebih berat dalam pelaksanaannya daripada ketaatan/ibadah di satu malam (lailatul qadar) saja.
Lanjutkan membaca “Perbuatan Sama, Namun Konsekuensinya Bisa Berbeda”