Pandangan Orang Lain Terhadap Amal Kita Tidaklah Penting

Kifayah Al-Atqiya’, karya Sayyid Abu Bakr Syatha cet. Kasyidah

Memperlihatkan ibadah dan amal kebaikan kepada manusia untuk mendapatkan perhatian, pandangan dan penilaian dari mereka adalah termasuk hal yang tidak diperkenankan dan sia-sia belaka.

Bahkan, keimanan seseorang tidaklah sempurna sehingga dia meyakini dan menganggap bahwa pandangan manusia terhadap amal perbuatannya itu sama halnya dengan pandangan hewan-hewan, yakni sama-sama tidak penting. Seseorang yang berkeyakinan dan menganggap demikian, maka kehadiran manusia di sisinya ketika dia beramal tak akan mengotori keikhlasannya, dan kesendiriannya ketika dia beramal tak akan mengurangi semangatnya.

Lanjutkan membaca “Pandangan Orang Lain Terhadap Amal Kita Tidaklah Penting”

Mana yang Lebih Utama: Pelaku Maksiat yang Bertaubat dari Kemaksiatannya Ataukah Seorang Kafir yang Kembali Kepada Keimanan?

Kitab An-Nawadir karya Imam Al-Qalyubi, al-hikayah at-tasi’ah fil karamat, hal. 19.

Dikisahkan oleh Imam Al-Qalyubi di dalam kitab An-Nawadir, bahwa suatu ketika Imam Abu Al-Qasim Al-Hakim rahimahullah ditanya,

“Mana yang lebih utama; seorang muslim pelaku maksiat yang bertaubat dari kemaksiatannya ataukah seorang kafir yang kembali kepada keimanan?”

Lanjutkan membaca “Mana yang Lebih Utama: Pelaku Maksiat yang Bertaubat dari Kemaksiatannya Ataukah Seorang Kafir yang Kembali Kepada Keimanan?”

Waspada dan Jauhilah Keserakahan

Gerbang masuk Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta (dokumentasi pribadi tahun 2022).

Diriwayatkan oleh Sayyidina ‘Abdullah bin ‘Abbas radliyallahu ‘anhuma,

الغنى الإياس مما في أيدي الناس وإياك والطمع فإنه الفقر الحاضر

“Kekayaan yang sejati adalah keputusasaan dari apa yang ada di tangan manusia. Waspada dan jauhilah ketamakan (keserakahan), karena sesungguhnya keserakahan adalah kemiskinan yang nyata.”

(Imam As-Suyuthi, Al-Jami’ Ash-Shaghir, hadits no. 5813, diriwayatkan dari Sayyidina ‘Abdullah bin ‘Abbas radliyallahu ‘anhuma, hadits ini juga dimuat oleh al-maghfurlah KH. ‘Ali Maksum, Krapyak Yogyakarta di dalam kitab Jawami’ul Kalim, hal. 5)

Lanjutkan membaca “Waspada dan Jauhilah Keserakahan”

5 Aspek Tafakkur Menurut Penjelasan Syaikh Nawawi Banten

Syaikh Nawawi Banten rahimahullah, mahaguru para ‘ulama Nusantara. Lukisan Syaikh Nawawi Banten oleh Kang Alam ini diambil dari https://id.m.wikipedia.org/wiki/Nawawi_al-Bantani, diakses tanggal 5 Desember 2022.

Syaikh Nawawi Al-Bantani rahimahullah menjelaskan di dalam kitab Kasyifatus Saja Syarh Safinah An-Naja, bahwa tafakkur (kontemplasi) menurut para ‘ulama itu mencakup 5 aspek. Beliau berkata,

فائدة قال جمهور العلماء إن التفكر على خمسة أوجه إما في آيات الله ويلزمه التوجه إليه واليقين به أو في نعمة الله ويتولد عنه المحبة أو في وعد الله ويتولد عنه الرغبة أو في وعيد الله ويتولد عنه الرهبة أو في تقصير النفس عن الطاعة ويتولد عنه الحياء

Lanjutkan membaca “5 Aspek Tafakkur Menurut Penjelasan Syaikh Nawawi Banten”