Perda Kawasan Tanpa Rokok dan Konsekuensinya Terhadap Hukum Merokok

Perda Kab. Serang No. 9 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR)

Perda Kab. Serang No. 9 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) merupakan ketetapan peraturan dari Pemda yang mencakup (salah satunya) larangan merokok di kawasan-kawasan tertentu yang disebutkan di dalamnya, yaitu: fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar dan mengajar, tempat anak bermain, tempat ‘ibadah, angkutan umum, fasilitas olahraga, tempat kerja, tempat umum, dan tempat lain yang ditetapkan. Silahkan merujuk pada Perda yang dimaksud untuk ketentuan yang lebih rinci.

Hal ini sebagaimana disebutkan di dalam Pasal 11 ayat (1), bahwa setiap orang dilarang merokok di KTR.

Lanjutkan membaca “Perda Kawasan Tanpa Rokok dan Konsekuensinya Terhadap Hukum Merokok”

‘Ibadah Itu Seperti Halnya Sebuah Pohon, dan Ikhlas adalah Buahnya

Pada tulisan saya sebelumnya (yang diposting pada tanggal 13 Mei 2022) mengenai syarat diterimanya sebuah ‘ibadah, disebutkan oleh Imam An-Nawawi rahimahullah di dalam Bustan Al-‘Arifin, berdasarkan penjelasan dari Imam Al-Fudlail bin ‘Iyadl atas Q.S. Al-Mulk ayat 2, bahwa syarat diterimanya sebuah ibadah ada dua, yaitu:
1. Ikhlas, yaitu dilakukan semata karena Allah Ta’ala, dan
2. Benar, yaitu dilakukan sesuai tuntunan dari Rasulullah ﷺ.

Menurut Imam Al-Fudlail bin ‘Iyadl rahimahullah, sebuah ‘ibadah tidaklah akan diterima oleh Allah Ta’ala jika dilakukan tanpa keikhlasan, sekalipun pelaksanaan ibadah tersebut memenuhi syarat-syarat dan rukun-rukunnya. Demikian pula jika suatu ibadah telah dilakukan dengan ikhlas, namun mengabaikan syarat-syarat dan rukun-rukunnya.

Lanjutkan membaca “‘Ibadah Itu Seperti Halnya Sebuah Pohon, dan Ikhlas adalah Buahnya”

Empat Syarat Menjadi Wali Allah Menurut Syaikh Ibrahim Al-Bajuri

Halaman sampul Hasyiyah Al-Bajuri ‘ala Kifayah Al-‘Awamm, cet. Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah, Beirut, edisi I, tahun 2007.

Di dalam kitab Tahqiq Al-Maqam ‘ala Kifayah Al-‘Awamm, Syaikh Ibrahim Al-Bajuri rahimahullah menjelaskan, bahwa seseorang tidaklah menjadi wali Allah Ta’ala, kecuali dengan terpenuhinya 4 syarat, yaitu:

1. Dia adalah seorang yang ‘arif, yaitu seseorang yang mengetahui pokok-pokok agama (ushuluddin), sehingga dia bisa membedakan antara (sifat-sifat) Sang Maha Pencipta (Al-Khaliq) dan ciptaan (al-makhluq), dan bisa membedakan antara nabi yang benar dan orang yang hanya mengklaim kenabian.

Lanjutkan membaca “Empat Syarat Menjadi Wali Allah Menurut Syaikh Ibrahim Al-Bajuri”

5 Aspek Tafakkur Menurut Penjelasan Syaikh Nawawi Banten

Syaikh Nawawi Banten rahimahullah, mahaguru para ‘ulama Nusantara. Lukisan Syaikh Nawawi Banten oleh Kang Alam ini diambil dari https://id.m.wikipedia.org/wiki/Nawawi_al-Bantani, diakses tanggal 5 Desember 2022.

Syaikh Nawawi Al-Bantani rahimahullah menjelaskan di dalam kitab Kasyifatus Saja Syarh Safinah An-Naja, bahwa tafakkur (kontemplasi) menurut para ‘ulama itu mencakup 5 aspek. Beliau berkata,

فائدة قال جمهور العلماء إن التفكر على خمسة أوجه إما في آيات الله ويلزمه التوجه إليه واليقين به أو في نعمة الله ويتولد عنه المحبة أو في وعد الله ويتولد عنه الرغبة أو في وعيد الله ويتولد عنه الرهبة أو في تقصير النفس عن الطاعة ويتولد عنه الحياء

Lanjutkan membaca “5 Aspek Tafakkur Menurut Penjelasan Syaikh Nawawi Banten”