Susu vs Madu: Mana yang Lebih Utama?

Tangkapan layar Al-Fatawa Al-Haditsiyyah, hal. 132, Maktabah Syamilah.

Orang-orang pada umumnya mengira madu lebih utama daripada susu. Padahal, sebagaimana fatwa Imam Ibnu Hajar Al-Haitami, mengutip penjelasan Imam As-Suyuthi, bahwa yang sesuai menurut petunjuk dalil-dalil, susu lebih utama daripada madu.

Di dalam kitab Al-Fatawa Al-Haditsiyyah, beliau memaparkan beberapa dalil berikut:

1. Allah Ta’ala telah menjadikan susu sebagai makanan pertama yang diterima manusia saat bayi, bukan yang lain.

2. Allah Ta’ala telah menjadikan kandungan gizi susu mencukupi sebagai makanan sekaligus minuman. Diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Imam Abu Dawud, dan Imam Ibnu As-Sunni rahimahumullah, dari Sayyidina Ibni ‘Abbas radliyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi ﷺ bersabda,

فإنه ليس شئ يجزئ من الطعام والشراب غير اللبن

“… Karena sesungguhnya tidak ada sesuatu yang mencukupi sebagai makanan dan minuman selain susu.”

3. Susu mudah dikonsumsi, lebih ringan untuk melewati tenggorokan dan mudah ditelan. Allah Ta’ala berfirman,

وإِنَّ لَكُمۡ فِی ٱلۡأَنۡعَـٰمِ لَعِبۡرَةࣰ نُّسۡقِیكُم مِّمَّا فِی بُطُونِهِۦ مِنۢ بَیۡنِ فَرۡثࣲ وَدَمࣲ لَّبَنًا خَالِصࣰا سَاۤىِٕغࣰا لِّلشَّـٰرِبِینَ

“Sesungguhnya pada hewan-hewan ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kalian. Kami memberi kalian minum dari sebagian apa yang ada di dalam perutnya, dari antara kotoran dan darah (sedikitpun tidak bercampur dengan kotoran dan darah baik dari segi rasa, aroma atau warnanya), berupa susu yang murni yang mudah ditelan oleh orang-orang yang meminumnya.” (Q.S. An-Nahl: 66)

4. Pada malam isra’, Nabi ﷺ telah memilih susu atas madu dan khamr. Kemudian, dikatakan kepada beliau ﷺ, 

هذه الفطرة فأنت عليها وأمتك

“Ini adalah fithrah yang Engkau dan umatmu senantiasa berada di atasnya.”

5. Diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan doa bagi seseorang yang mengkonsumsi makanan selain susu untuk berdoa:

اللهم بارك لنا فيه وأطعمنا خيرا منه

“Wahai Allah, berkahilah kami di dalam makanan ini, dan karuniakanlah kami makanan yang lebih baik darinya.”

Sedangkan bagi seseorang yang meminum susu, Nabi ﷺ mengajarkannya untuk berdoa:

اللهم بارك لنا فيه وزدنا منه

“Wahai Allah, berkahilah kami di dalam susu ini, dan tambahkanlah bagi kami.”

Hal ini menunjukkan bahwa susu lebih baik dari selainnya.

Demikian. Wallahu a’lam. []

Referensi:

1. Imam Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Fatawa Al-Haditsiyyah, hal. 132, Maktabah Syamilah.

2. Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, hal. 237, Maktabah Syamilah.

Tinggalkan komentar