Benarkah Siapapun Boleh Berijtihad dan Menyimpulkan Hukum Sendiri Secara Langsung dari Al-Qur’an dan Hadits?

Halaman sampul kitab Al-Minhaj fi Syarh Shahih Muslim Ibn Al-Hajjaj, syarh An-Nawawi ‘ala Muslim, cetakan Bait Al-Afkar Ad-Dauliyyah.

Benarkah siapapun tanpa terkecuali (sekalipun ‘awam) boleh berijtihad dan menyimpulkan hukum sendiri secara langsung dari Al-Qur’an dan hadits?

Lanjutkan membaca “Benarkah Siapapun Boleh Berijtihad dan Menyimpulkan Hukum Sendiri Secara Langsung dari Al-Qur’an dan Hadits?”

Dua Syarat Diterimanya Sebuah ‘Amal

Mauidhah Hasanah dalam rangka acara Silaturrahim Halal Bihalal dan Haul Simbah H. Abdullah Mukhtar dan Simbah Hj. Siti Zubaidah (Kroya, 4 Syawwal 1443 H)

Terdapat dua hal penting yang harus senantiasa diistiqamahi oleh seorang muslim, yaitu istiqamah belajar ikhlas, dengan senantiasa menata hati dan meluruskan niat dalam beramal dan beribadah, dan istiqamah belajar ilmu syari’at (fiqih Islam). Hal ini dikarenakan diterimanya suatu ‘amal sangat bergantung pada keduanya.

Imam An-Nawawi rahimahullah di dalam kitab Bustanul ‘Arifin (hlm. 103) berkata,

Lanjutkan membaca “Dua Syarat Diterimanya Sebuah ‘Amal”

Jumlah Hitungan Hari Bulan Ramadlan: Boleh 29 atau Harus 30 Hari?

Alhamdulillah. Kewajiban berpuasa Ramadlan tahun ini, 1443 H, telah kita tunaikan dengan maksimal, berbekal keimanan dan ilmu, serta mengharap pahala dan keridlaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga Allah menerima seluruh rangkaian amal ibadah kita di bulan Ramadlan ini, teriring doa,

تقبل الله منا ومنكم صيامنا وصيامكم وجعلنا من العائدين والفائزين.

Aamiiin ya Rabbal ‘aalamiiin.

Lanjutkan membaca “Jumlah Hitungan Hari Bulan Ramadlan: Boleh 29 atau Harus 30 Hari?”

Pandemi dan Titik Balik Kepedulian pada Personal Hygiene (Kebersihan Pribadi)

Kini sudah beberapa tahun setelah pandemi Covid-19 ini dinyatakan masuk ke Indonesia. Di dalam menjalani rutinitas sehari-hari di era normal baru ini, berbagai precautionary measure (tindakan pencegahan) telah rutin diterapkan di berbagai aktivitas dan daerah. Beberapa tindakan pencegahan tersebut ada yang bersifat perorangan, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menggunakan masker dan menjauhi kerumunan ketika beraktivitas di luar rumah, dan mandi serta berganti baju setelah kembali ke rumah, dan ada yang bersifat massal, seperti pengaturan mobilitas massa, dan lain-lain.

Lanjutkan membaca “Pandemi dan Titik Balik Kepedulian pada Personal Hygiene (Kebersihan Pribadi)”