Catatan Penting Seputar Tata Cara Shalat Tasbih

Manba’ Al-Hidayah Majmu’ah Al-Aurad Al-Yaumiyyah, kitab panduan amaliyah harian santri Pondok Pesantren Wahid Hasyim

Shalat tasbih termasuk shalat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh ‘Ikrimah dari Sayyidina Ibn ‘Abbas radliyallahu ‘anhuma, berkaitan dengan sabda Nabi ﷺ kepada Sayyidina Al-‘Abbas bin ‘Abdil Muththalib radliyallahu ‘anhu tentang anjuran, keutamaan, dan tata cara shalat tasbih.

Shalat tasbih memiliki keutamaan yang luar biasa. Oleh karena itulah, Imam Al-Ghazali berkata di dalam kitab Ihya’ ‘Ulumiddin, bahwa seseorang dianjurkan untuk tidak melewatkan satu pekan tanpa melaksanakan shalat tasbih. Jika seseorang tidak mampu untuk melaksanakan shalat tasbih sekali dalam sepekan, maka hendaknya dia melaksanakannya sekali dalam sebulan. Jika masih tidak mampu, maka hendaknya paling tidak dia melaksanakan shalat tasbih sekali dalam sebulan. Jika masih tidak mampu, maka paling tidak hendaknya dia melaksanakan shalat tasbih sekali dalam setahun, atau paling tidak sekali dalam seumur hidup.

Lanjutkan membaca “Catatan Penting Seputar Tata Cara Shalat Tasbih”

Shalat Tidak Pernah Terlewat, Namun Tetap Belum Meninggalkan Maksiat

Kitab Ma’alim At-Tanzil (Tafsir Al-Baghawi), hal. 997, cet. Dar Ibn Hazm.

Di dalam kitab Ma’alim At-Tanzil, tepatnya pada pembahasan tafsir surat Al-‘Ankabut ayat 45, Imam Al-Baghawi rahimahullah mengetengahkan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Sayyidina Anas radliyallahu ‘anhu. Beliau berkata,

Lanjutkan membaca “Shalat Tidak Pernah Terlewat, Namun Tetap Belum Meninggalkan Maksiat”

Pandangan Orang Lain Terhadap Amal Kita Tidaklah Penting

Kifayah Al-Atqiya’, karya Sayyid Abu Bakr Syatha cet. Kasyidah

Memperlihatkan ibadah dan amal kebaikan kepada manusia untuk mendapatkan perhatian, pandangan dan penilaian dari mereka adalah termasuk hal yang tidak diperkenankan dan sia-sia belaka.

Bahkan, keimanan seseorang tidaklah sempurna sehingga dia meyakini dan menganggap bahwa pandangan manusia terhadap amal perbuatannya itu sama halnya dengan pandangan hewan-hewan, yakni sama-sama tidak penting. Seseorang yang berkeyakinan dan menganggap demikian, maka kehadiran manusia di sisinya ketika dia beramal tak akan mengotori keikhlasannya, dan kesendiriannya ketika dia beramal tak akan mengurangi semangatnya.

Lanjutkan membaca “Pandangan Orang Lain Terhadap Amal Kita Tidaklah Penting”

Susu vs Madu: Mana yang Lebih Utama?

Tangkapan layar Al-Fatawa Al-Haditsiyyah, hal. 132, Maktabah Syamilah.

Orang-orang pada umumnya mengira madu lebih utama daripada susu. Padahal, sebagaimana fatwa Imam Ibnu Hajar Al-Haitami, mengutip penjelasan Imam As-Suyuthi, bahwa yang sesuai menurut petunjuk dalil-dalil, susu lebih utama daripada madu.

Di dalam kitab Al-Fatawa Al-Haditsiyyah, beliau memaparkan beberapa dalil berikut:

Lanjutkan membaca “Susu vs Madu: Mana yang Lebih Utama?”