Merasa Lebih Baik Dari Pelaku Dosa

Imam Ath-Thabari  rahimahullah meriwayatkan dari Hafs bin Humaid, bahwa suatu ketika beliau berkata kepada Imam Ibnu Al-Mubarak rahimahullah,

رأيت رجلا قتل رجلا ظلما، فقلت في نفسي: أنا أفضل من هذا

“Aku melihat seseorang membunuh orang lain secara lalim. Lalu aku berkata pada diriku sendiri, ‘Aku lebih baik dari orang ini’.”

Lanjutkan membaca “Merasa Lebih Baik Dari Pelaku Dosa”

Jangan Remehkan Kebaikan Kecil

Hadits Nabi ﷺ riwayat Imam Muslim

Sabda Nabi ﷺ,

لا تحقرن من المعروف شيئا ولو أن تلقى أخاك بوجه طليق

“Jangan kamu remehkan suatu kebaikan apapun, sekalipun itu sekedar wajah berseri yang kamu tampakkan saat berjumpa saudaramu.”

Lanjutkan membaca “Jangan Remehkan Kebaikan Kecil”

Hukum Al-Amr bil Ma’ruf dan An-Nahy ‘anil Munkar dalam Perspektif Syaikh Nawawi Al-Bantani, Tafsir Q.S. Ali ‘Imran: 104

Halaman sampul kitab tafsir Marah Labid li Kasyfi Ma’na Al-Qur’an Al-Majid, karya Syaikh Nawawi Al-Bantani rahimahullah, cetakan Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah, Beirut.

Di dalam kitab Marah Labid li Kasyfi Ma’na Al-Qur’an Al-Majid, Syaikh Nawawi Al-Bantani rahimahullah menjelaskan, bahwa hukum menyuruh kepada yang ma’ruf (al-amr bil ma’ruf) itu mengikuti hukum perkara yang diperintahkan. Jika hukum perkara yang diperintahkan itu adalah wajib, maka hukum al-amr bil ma’ruf nya adalah wajib. Sedangkan jika hukum perkara yang diperintahkan adalah sunnah, maka hukum al-amr bil ma’ruf nya adalah sunnah.

Lanjutkan membaca “Hukum Al-Amr bil Ma’ruf dan An-Nahy ‘anil Munkar dalam Perspektif Syaikh Nawawi Al-Bantani, Tafsir Q.S. Ali ‘Imran: 104”