Orang-orang pada umumnya mengira madu lebih utama daripada susu. Padahal, sebagaimana fatwa Imam Ibnu Hajar Al-Haitami, mengutip penjelasan Imam As-Suyuthi, bahwa yang sesuai menurut petunjuk dalil-dalil, susu lebih utama daripada madu.
Di dalam kitab Al-Fatawa Al-Haditsiyyah, beliau memaparkan beberapa dalil berikut:
Kasyifah As-Saja Syarh Safinah An-Naja, karya Syaikh Nawawi Al-Bantani, cetakan Dar Ibni Hazm, Beirut.
Syaikh Nawawi Al-Bantani rahimahullah menyebutkan di dalam kitab Kasyifah As-Saja Syarh Safinah An-Naja, bahwa telah disebutkan di dalam hadits,
من قرأ عقب سلامه من الجمعة قبل أن يثني رجله الفاتحة والإخلاص والمعوذتين سبعا سبعا غفر له ما تقدم من ذنبه و ما تأخر و أعطي من الأجر بعدد من آمن بالله ورسوله
“Barangsiapa yang membaca surah Al-Fatihah, surah Al-Ikhlash, dan Al-Mu’awwidzatain (surah Al-Falaq dan An-Nas) sebanyak masing-masing tujuh kali setelah salam shalat Jum’at dan sebelum memutar kakinya (dari posisi duduk tawarruk pada tasyahhud akhir shalat), maka dosanya yang telah lalu dan yang mendatang diampuni (oleh Allah Ta’ala), dan dia diberi pahala sebanyak makhluk yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya.”
Momen ngaji kitab hadits Al-Arba’in An-Nawawiyyah, di majelis Baiturrahman, Kertasana.
As-Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki Al-Hasani rahimahullah di dalam kitab beliau yang berjudul Al-Qawa’id Al-Asasiyyah fi ‘Ilmi Mushthalah Al-Hadits menyebutkan tiga keutamaan ngaji serta menekuni hadits-hadits Rasulullah ﷺ, yaitu: