
Seseorang akan tetap berilmu selama dia terus belajar. Jika dia mulai merasa berilmu dan berkata, “Aku sudah tau”, maka sesungguhnya dia telah menjadi bodoh.
Perhatikanlah Nabi Musa عليه السلام ketika beliau tau bahwa ada seorang hamba Allah ﷻ yang lebih ‘alim dari beliau. Beliau berkelana ke berbagai negeri semata-mata untuk belajar darinya. Padahal, Nabi Musa عليه السلام adalah seorang kalimullah!
Ilmu adalah samudra tak bertepi. Hanya mereka yang belum berlayar yang mengira bahwa samudra hanyalah sepetak air!
Setiap buku yang kamu baca akan menambahkan sesuatu yang baru dalam dirimu dan menyingkap kebodohan yang sebelumnya tidak kamu sadari.
Tapi kamu harus ingat.
Ilmu perlu diamalkan.
Hati perlu dibersihkan.
Pikiran perlu dikembangkan.
Jiwa perlu dirawat dan diperindah.
Iblis telah dihancurkan oleh kesombongannya sendiri, bukan karena kurangnya ilmu. Dan mereka yang membuat kerusakan dan bencana di muka bumi ini, bukanlah orang-orang bodoh!
Pikirkan dan renungkan baik-baik: seberapa banyak hal yang telah kamu amalkan dibandingkan dengan hal yang kamu tau?!
Wallahu a’lam. []
Referensi:
Adham Syarqawi, Rasa’il min An-Nabi ﷺ, cet. Kalemat.
Catatan: foto diambil di @shiramedia, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta.

